Prabowo juga memaparkan perbandingan dengan negara lain. Ia menyebutkan bahwa Brasil membutuhkan waktu 11 tahun untuk menyalurkan program serupa kepada sekitar 40 juta orang. Sementara Indonesia, dalam waktu satu tahun (per Januari 2025) telah mencapai 55 juta penerima.
Latar belakang lahirnya program MBG ini berawal dari keprihatinan Prabowo melihat kondisi anak-anak di pedesaan yang mengalami stunting atau kekurangan gizi, sehingga fisiknya tidak mencerminkan usia sebenarnya.
Berangkat dari keprihatinan itu, Prabowo melakukan kajian mendalam dan studi banding ke berbagai negara, salah satunya India, yang sukses memprioritaskan anggaran negara untuk program pemenuhan gizi bagi kelompok rentan.
Komitmen Perluasan Cakupan Program MBG
Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada capaian 60 juta penerima. Komitmen untuk memperluas cakupan program terus dilakukan agar seluruh masyarakat yang berhak dapat merasakan manfaatnya.
"Dan insyaallah sebelum akhir tahun 2026 ini, kita akan sampai 82,3 juta yang berhak," tegas Prabowo dengan penuh optimisme.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi fokus pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting di Indonesia.
Artikel Terkait
Gaji Komisaris MIND ID Grace Natalie Tembus Miliaran: Rincian Lengkap Remunerasi dan Harta Kekayaan Rp31 M
Pelatih Bela Diri di Jambi Cabuli 7 Siswi, Modus Ritual Khodam hingga Korban Hamil
Sule Bantah Lempar Naskah ke Kru INI Talkshow: Sumpah Demi Allah Tak Pernah
Mitos Olahraga Malam Berbahaya bagi Otak? Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya