Masa Depan PSI Dipertanyakan, Analis Sebut Andalkan Figur Jokowi Saja Tidak Cukup
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai akan menghadapi tantangan berat untuk berkembang menjadi partai besar. Analis politik Saiful Huda Ems menyoroti ketergantungan partai tersebut pada figur mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu kendala utamanya.
Pidato Jokowi di Rakernas PSI dan Respons Analis
Pernyataan ini disampaikan menyusul pidato Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, pada akhir Januari 2026. Saiful mengingatkan bahwa basis politik Jokowi berbeda dari politisi karier pada umumnya.
Latar Belakang Non-Politik dan Tantangan Regenerasi
Analis tersebut menegaskan bahwa Jokowi dan anak-anaknya tidak memiliki pengalaman langsung dalam mengelola partai politik. Hal ini menjadi sorotan terutama dengan pengangkatan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI hanya dalam waktu singkat setelah menjadi kader.
Artikel Terkait
Prabowo Bebas Pilih Cawapres 2029: Analisis Peluang Gibran & Kandidat Lain
Analisis SMRC: Strategi Gerindra Dukung Prabowo 2 Periode Tanpa Sebut Gibran
Perebutan Kursi Cawapres 2029: Posisi Gibran Terancam, Koalisi Prabowo Memanas
Prabowo: Umat Islam Indonesia Contoh Dunia, Sejuk & Cinta Damai Tanpa Kebencian