"Pertanyaannya, bagaimana mungkin seseorang tanpa pengalaman memimpin partai politik diandalkan untuk membesarkan PSI?" ujar Saiful.
Perubahan Peta Kekuasaan Pasca Kepresidenan
Saiful juga mengingatkan bahwa status Jokowi kini telah berubah. Sebagai mantan presiden, daya pengaruh dan kekuasaan eksekutif yang dimilikinya tentu tidak lagi sama. Kondisi ini diperkirakan akan mempengaruhi kemampuan PSI dalam meraih dukungan dan mengembangkan sayap politiknya.
Prospek PSI di Pemilu Mendatang
Dengan berbagai tantangan tersebut, analis memprediksi PSI berpeluang tetap menjadi partai kecil atau bahkan lebih "gurem" dibandingkan performa di dua pemilu sebelumnya. Saiful menyarankan perlu adanya kesadaran dan penyesuaian strategi dari internal partai untuk bisa bertahan dan berkembang.
Pembahasan ini menyoroti dinamika politik Indonesia pasca kepemimpinan Jokowi dan tantangan partai baru dalam membangun identitas serta basis massa yang mandiri, tanpa bergantung pada figur tunggal.
Artikel Terkait
Prabowo Bebas Pilih Cawapres 2029: Analisis Peluang Gibran & Kandidat Lain
Analisis SMRC: Strategi Gerindra Dukung Prabowo 2 Periode Tanpa Sebut Gibran
Perebutan Kursi Cawapres 2029: Posisi Gibran Terancam, Koalisi Prabowo Memanas
Prabowo: Umat Islam Indonesia Contoh Dunia, Sejuk & Cinta Damai Tanpa Kebencian