Rieke Diah Pitaloka Sentil Menkeu Soal Data BPJS PBI: Apakah 50% Rakyat Indonesia Miskin?
MULTAQOMEDIA.COM – Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, melontarkan kritik tajam terhadap validitas data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dalam rapat konsultasi dengan tiga menteri kabinet, Senin (9/2/2026). Rieke mempertanyakan kesinkronan data yang berpotensi menggambarkan kemiskinan Indonesia secara keliru.
Hitungan Mengejutkan: 143 Juta Peserta PBI
Rieke memaparkan analisis data terbaru. Per Februari 2026, terdapat 96,5 juta peserta PBI yang ditanggung APBN dan 47,3 juta yang dibebankan pada APBD. "Artinya, total peserta PBI adalah 143,9 juta orang. Jika dibanding jumlah penduduk sekitar 287 juta jiwa, maka 50,31% rakyat Indonesia masuk kategori miskin," ujarnya seperti dikutip dari Kompas TV.
Politikus PDI Perjuangan itu lalu menyasar pertanyaan retoris kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. "Apakah ini data faktual? Kategori negara apa jika separuh lebih rakyatnya tidak mampu? Ini bukan kondisi baik-baik saja," tegas Rieke.
Pesan Keras untuk Presiden Prabowo dan Pemerintah
Rieke mengingatkan mandat Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan tidak lagi hanya berbasis data statistik yang tidak sesuai realitas. Ia menekankan, UU SJSN dan BPJS yang diperjuangkannya tahun 2011 lahir untuk prinsip kegotongroyongan dan nirlaba.
Sebagai solusi, Rieke memberi dua rekomendasi mendesak kepada pemerintah:
- Reaktivasi Peserta: Segera aktifkan kembali 120.472 peserta yang dinonaktifkan dengan biaya sekitar Rp 15,1 miliar. "Ini uang rakyat dan menyangkut nyawa," katanya.
- Ekosistem Data Terintegrasi: Pembenahan data harus dimulai dari tingkat desa dan kelurahan. "Anggaran tepat sasaran jika data tepat sasaran. Basis anggaran adalah data dasar negara," jelasnya.
Artikel Terkait
DPR Kritik BPJPH: Dapur MBG Tak Bersertifikat Halal, Berisiko Keracunan?
Purbaya Ngamuk ke BPJS: Penonaktifan PBI Dinilai Rugikan Anggaran dan Jatuhkan Citra Pemerintah
Video Viral Winda Can: Fakta, Kontroversi, dan Bahaya Link Jebakan yang Mengintai
Pertemuan Wasekjen Demokrat Afriansyah Noor dan Jokowi di Solo: Analisis Maksud Politik & Isu Netralitas