Pertemuan Wasekjen Demokrat Afriansyah Noor dan Jokowi di Solo: Analisis Maksud Politik & Isu Netralitas

- Senin, 09 Februari 2026 | 06:00 WIB
Pertemuan Wasekjen Demokrat Afriansyah Noor dan Jokowi di Solo: Analisis Maksud Politik & Isu Netralitas

Adi menekankan pentingnya pernyataan resmi dari Partai Demokrat untuk mengklarifikasi spekulasi yang beredar dan menghentikan berbagai analisis liar.

Pernyataan dan Penegasan Afriansyah Noor

Usai pertemuan, Afriansyah menyebut agenda pertemuan lebih bernuansa nostalgia dan diskusi ringan tentang keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam kapasitasnya sebagai Wamenaker, ia menegaskan fokus pada penyelesaian isu ketenagakerjaan seperti upah buruh dan BPJS Ketenagakerjaan.

Yang penting, Afriansyah secara tegas membantah keterkaitan Demokrat dengan polemik ijazah Jokowi. Ia menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak mungkin membuat fitnah atau tuduhan tanpa dasar, sesuai dengan watak ketua partai dan kader-kadernya.

Pesan Persatuan dari Jokowi

Afriansyah juga menyampaikan bahwa Jokowi menitipkan salam untuk SBY dan AHY. Pesan intinya adalah ajakan untuk bersatu membangun bangsa. Jokowi menekankan bahwa dengan jumlah penduduk yang besar, seluruh tokoh bangsa perlu bersinergi untuk menciptakan Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.

Kesimpulan

Pertemuan antara Wasekjen Demokrat Afriansyah Noor dan Jokowi di Solo lebih dari sekadar kunjungan silaturahmi. Analisis politik melihatnya sebagai upaya untuk mendinginkan suhu politik, menyampaikan pesan netralitas dari Demokrat, dan mungkin membuka kanal komunikasi yang selama ini tegang. Kejelasan pernyataan resmi dari Partai Demokrat dinanti untuk mengakhiri berbagai spekulasi.


Halaman:

Komentar