BPJPH Tegaskan Aturan Jual Daging Babi & Alkohol: Boleh Asal Ada Logo Nonhalal
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa penjualan produk seperti daging babi dan minuman beralkohol tidak dilarang. Syaratnya, pelaku usaha wajib mencantumkan keterangan nonhalal secara jelas pada produk.
Kepala BPJPH, Haikal Hassan, menyampaikan bahwa ketentuan ini sering disalahpahami di media sosial. Banyak yang mengira negara melarang peredaran produk nonhalal, padahal tidak.
“Logo halal untuk produk yang halal dan logo nonhalal untuk produk yang nonhalal,” tegas Haikal dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Haikal menegaskan kembali bahwa negara tidak melarang peredaran produk nonhalal. Pemerintah hanya mewajibkan adanya keterangan yang jelas agar konsumen mendapatkan informasi yang benar sebelum membeli.
“Sehingga penjualan babi, babi panggang, alkohol itu enggak masalah sebenarnya, silakan. Negara cuma minta dicantumkan bahwa itu nonhalal, itu saja,” jelasnya.
Sosialisasi Kebijakan Halal dan Ekosistem Daerah
Menurut Haikal, polemik di ruang digital sering muncul karena kurangnya pemahaman masyarakat. Oleh karena itu, BPJPH gencar melakukan sosialisasi kebijakan sertifikasi halal yang lebih masif.
Untuk memperkuat implementasi, BPJPH juga membangun ekosistem halal di daerah dengan melibatkan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Artikel Terkait
Video KKN Lombok Timur Viral 13 Menit: Adegan Asusila di Posko Beralas Seprei Bunga
Toyota New Veloz Hybrid EV Resmi Dijual di Surabaya, Harga Mulai Rp 310 Juta
Noel Klaim Purbaya Hampir Dijebak Kasus Korupsi: Kronologi & Analisis Lengkap
Ebook Dokumentasi Puasa Air 17 Hari: Kisah Nyata & Panduan Lengkap