Laporan KPF Ungkap Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Pasca Reformasi
Lima bulan pasca gelombang demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025, akuntabilitas masih menjadi tanda tanya. Komisi Pencari Fakta (KPF) merilis laporan investigasi independen yang menyimpulkan adanya pembiaran aparat dan operasi pembungkaman sistematis terhadap kaum muda, yang disebut sebagai yang terbesar sejak era reformasi.
Unjuk Rasa Agustus 2025: Ujian Berat Pemerintahan Baru
Rangkaian unjuk rasa yang berujung kerusuhan pada Agustus 2025 menjadi ujian politik berat di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Aksi yang awalnya dipicu polemik kenaikan tunjangan anggota DPR, bereskalasi menjadi kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan di berbagai wilayah. Peristiwa ini menelan korban jiwa, ratusan penangkapan, dan penyempitan ruang sipil.
Metodologi Investigasi Komprehensif KPF
KPF melakukan penelusuran mendalam dari September 2025 hingga Februari 2026. Investigasi mencakup pemeriksaan 115 Berita Acara Pemeriksaan (BAP), analisis ribuan data sumber terbuka, wawancara dengan 63 informan dan saksi, serta forensik digital dan penelusuran peristiwa di 18 kota pada 8 provinsi. Laporan berjudul "Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar sejak Reformasi" ini disusun oleh KontraS, YLBHI, dan LBH Jakarta.
Artikel Terkait
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI
Kepercayaan Publik terhadap Prabowo Belum Pulih Meski Dadan Cs Ditangkap Kejagung
Purbaya Tutup Mulut soal Anggaran Perjalanan Dinas Presiden Prabowo, Begini Alasannya