Jenazah Dibawa untuk Visum dan Otopsi
Menanggapi kejanggalan tersebut, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk dilakukan visum guna memastikan adanya indikasi kekerasan. Zulham menegaskan, "Saya sudah sampaikan ke Kabid Dokkes, periksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang ada kekerasan."
Pemeriksaan lebih lanjut berupa visum luar dan dalam, serta otopsi jika keluarga mengizinkan, akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya. "Kami dari Bidang Propam akan ungkap kalau memang ada kejadian yang mencurigakan. Kita akan tegakkan aturan," tegas Zulham.
Kondisi Keluarga Korban
Saat ini, jenazah masih dalam proses pemeriksaan di RS Bayangkara. Keluarga korban, yaitu ayahnya yang merupakan anggota Polres Pinrang Aipda H Jabir beserta istri, menunggu proses selesai. Rencananya, setelah proses visum, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?