Jenazah Dibawa untuk Visum dan Otopsi
Menanggapi kejanggalan tersebut, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk dilakukan visum guna memastikan adanya indikasi kekerasan. Zulham menegaskan, "Saya sudah sampaikan ke Kabid Dokkes, periksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang ada kekerasan."
Pemeriksaan lebih lanjut berupa visum luar dan dalam, serta otopsi jika keluarga mengizinkan, akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya. "Kami dari Bidang Propam akan ungkap kalau memang ada kejadian yang mencurigakan. Kita akan tegakkan aturan," tegas Zulham.
Kondisi Keluarga Korban
Saat ini, jenazah masih dalam proses pemeriksaan di RS Bayangkara. Keluarga korban, yaitu ayahnya yang merupakan anggota Polres Pinrang Aipda H Jabir beserta istri, menunggu proses selesai. Rencananya, setelah proses visum, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI