Jenazah Dibawa untuk Visum dan Otopsi
Menanggapi kejanggalan tersebut, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk dilakukan visum guna memastikan adanya indikasi kekerasan. Zulham menegaskan, "Saya sudah sampaikan ke Kabid Dokkes, periksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang ada kekerasan."
Pemeriksaan lebih lanjut berupa visum luar dan dalam, serta otopsi jika keluarga mengizinkan, akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya. "Kami dari Bidang Propam akan ungkap kalau memang ada kejadian yang mencurigakan. Kita akan tegakkan aturan," tegas Zulham.
Kondisi Keluarga Korban
Saat ini, jenazah masih dalam proses pemeriksaan di RS Bayangkara. Keluarga korban, yaitu ayahnya yang merupakan anggota Polres Pinrang Aipda H Jabir beserta istri, menunggu proses selesai. Rencananya, setelah proses visum, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri