Jenazah Dibawa untuk Visum dan Otopsi
Menanggapi kejanggalan tersebut, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk dilakukan visum guna memastikan adanya indikasi kekerasan. Zulham menegaskan, "Saya sudah sampaikan ke Kabid Dokkes, periksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi. Kalau memang ada kekerasan."
Pemeriksaan lebih lanjut berupa visum luar dan dalam, serta otopsi jika keluarga mengizinkan, akan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya. "Kami dari Bidang Propam akan ungkap kalau memang ada kejadian yang mencurigakan. Kita akan tegakkan aturan," tegas Zulham.
Kondisi Keluarga Korban
Saat ini, jenazah masih dalam proses pemeriksaan di RS Bayangkara. Keluarga korban, yaitu ayahnya yang merupakan anggota Polres Pinrang Aipda H Jabir beserta istri, menunggu proses selesai. Rencananya, setelah proses visum, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Artikel Terkait
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka
Forklift Modern 2024: Tantangan, Peluang & Solusi Efisiensi Logistik Terbaru