"Tapi bukan karena saya tidak punya pacar, lalu bisa seenaknya di-framing seperti itu," tegasnya kembali.
Kritik Fokus pada Kebijakan, Respons Berupa Pembunuhan Karakter
Sebelumnya, kritik Tiyo terhadap program Makan Bergizi Gratis berfokus pada kekhawatiran penggunaan dana pendidikan. Namun, respons yang ia terima justru berupa teror digital dan pembunuhan karakter.
Selain fitnah LGBT, Tiyo juga mengaku sempat dibuntuti oleh orang tidak dikenal di tempat umum. Ia menilai pola intimidasi ini sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara kritis mahasiswa terkait kebijakan publik.
Komitmen Tetap Awasi Kebijakan Publik
Meski mendapat tekanan dan serangan yang mendiskreditkan, Tiyo Ardianto menyatakan komitmennya untuk tetap mengawal kebijakan publik demi kepentingan masyarakat luas. Pihak BEM UGM juga menyayangkan cara-cara tidak etis yang digunakan untuk menyerang pribadi ketuanya.
Artikel Terkait
Potensi Pemborosan Program MBG Rp1,3 Triliun per Pekan: 62 Juta Porsi Mubazir
Evaluasi Syarat Beasiswa LPDP: Solusi Atasi Ketimpangan Sosial Menurut Golkar
Revisi UU Penyiaran: Ancaman bagi Ekonomi Kreatif Digital Indonesia?
Purbaya Tegas: Penerima Beasiswa LPDP Penghina Negara Diblacklist, Dilarang Bekerja di Pemerintahan