"Tapi bukan karena saya tidak punya pacar, lalu bisa seenaknya di-framing seperti itu," tegasnya kembali.
Kritik Fokus pada Kebijakan, Respons Berupa Pembunuhan Karakter
Sebelumnya, kritik Tiyo terhadap program Makan Bergizi Gratis berfokus pada kekhawatiran penggunaan dana pendidikan. Namun, respons yang ia terima justru berupa teror digital dan pembunuhan karakter.
Selain fitnah LGBT, Tiyo juga mengaku sempat dibuntuti oleh orang tidak dikenal di tempat umum. Ia menilai pola intimidasi ini sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara kritis mahasiswa terkait kebijakan publik.
Komitmen Tetap Awasi Kebijakan Publik
Meski mendapat tekanan dan serangan yang mendiskreditkan, Tiyo Ardianto menyatakan komitmennya untuk tetap mengawal kebijakan publik demi kepentingan masyarakat luas. Pihak BEM UGM juga menyayangkan cara-cara tidak etis yang digunakan untuk menyerang pribadi ketuanya.
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka