"Tapi bukan karena saya tidak punya pacar, lalu bisa seenaknya di-framing seperti itu," tegasnya kembali.
Kritik Fokus pada Kebijakan, Respons Berupa Pembunuhan Karakter
Sebelumnya, kritik Tiyo terhadap program Makan Bergizi Gratis berfokus pada kekhawatiran penggunaan dana pendidikan. Namun, respons yang ia terima justru berupa teror digital dan pembunuhan karakter.
Selain fitnah LGBT, Tiyo juga mengaku sempat dibuntuti oleh orang tidak dikenal di tempat umum. Ia menilai pola intimidasi ini sebagai upaya sistematis untuk membungkam suara kritis mahasiswa terkait kebijakan publik.
Komitmen Tetap Awasi Kebijakan Publik
Meski mendapat tekanan dan serangan yang mendiskreditkan, Tiyo Ardianto menyatakan komitmennya untuk tetap mengawal kebijakan publik demi kepentingan masyarakat luas. Pihak BEM UGM juga menyayangkan cara-cara tidak etis yang digunakan untuk menyerang pribadi ketuanya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri