Hensa juga menyoroti potensi kebangkitan merek mobil nasional, seperti Esemka, jika pesanan kendaraan dari pemerintah dialihkan ke produksi dalam negeri.
"Kalau memang ada pesanan dari pemerintah, bayangkan Esemka bisa tiba-tiba muncul lagi tuh. Pasti Esemka tidak ingin ketinggalan," ujarnya.
Founder Lembaga Survey Kedai Kopi ini menegaskan bahwa memasok kebutuhan pick-up tersebut ke industri dalam negeri, apalagi dalam jumlah besar 100 ribu unit, akan mendorong perkembangan pesat sektor otomotif lokal.
Bahkan, ia meyakini merek mobil yang masih misterius pun bisa terlibat dalam produksi jika kesempatannya diberikan.
"Jadi jangan diimpor semua, harus hati-hati dalam menyikapi ini, dan akan sangat baik bila diberikan kesempatan pada industri otomotif dalam negeri," pungkas Hendri Satrio.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI