Hensa juga menyoroti potensi kebangkitan merek mobil nasional, seperti Esemka, jika pesanan kendaraan dari pemerintah dialihkan ke produksi dalam negeri.
"Kalau memang ada pesanan dari pemerintah, bayangkan Esemka bisa tiba-tiba muncul lagi tuh. Pasti Esemka tidak ingin ketinggalan," ujarnya.
Founder Lembaga Survey Kedai Kopi ini menegaskan bahwa memasok kebutuhan pick-up tersebut ke industri dalam negeri, apalagi dalam jumlah besar 100 ribu unit, akan mendorong perkembangan pesat sektor otomotif lokal.
Bahkan, ia meyakini merek mobil yang masih misterius pun bisa terlibat dalam produksi jika kesempatannya diberikan.
"Jadi jangan diimpor semua, harus hati-hati dalam menyikapi ini, dan akan sangat baik bila diberikan kesempatan pada industri otomotif dalam negeri," pungkas Hendri Satrio.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?