Hensa juga menyoroti potensi kebangkitan merek mobil nasional, seperti Esemka, jika pesanan kendaraan dari pemerintah dialihkan ke produksi dalam negeri.
"Kalau memang ada pesanan dari pemerintah, bayangkan Esemka bisa tiba-tiba muncul lagi tuh. Pasti Esemka tidak ingin ketinggalan," ujarnya.
Founder Lembaga Survey Kedai Kopi ini menegaskan bahwa memasok kebutuhan pick-up tersebut ke industri dalam negeri, apalagi dalam jumlah besar 100 ribu unit, akan mendorong perkembangan pesat sektor otomotif lokal.
Bahkan, ia meyakini merek mobil yang masih misterius pun bisa terlibat dalam produksi jika kesempatannya diberikan.
"Jadi jangan diimpor semua, harus hati-hati dalam menyikapi ini, dan akan sangat baik bila diberikan kesempatan pada industri otomotif dalam negeri," pungkas Hendri Satrio.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri