Pemicu Eskalasi dan Sentimen Sektarian
Eskalasi ini dipicu gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan AS-Israel. Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel dan pangkalan AS di beberapa negara Teluk.
Ironisnya, serangan balasan ini memicu sentimen sektarian di media sosial Indonesia. Sebagian warganet menolak menyebut Khamenei syuhada karena aliran Syiah, serta meragukan komitmen Iran membela Palestina.
Menepis Narasi Keliru dengan Fakta Sejarah
Buya Yahya mengingatkan agar umat tidak terjebak disinformasi. Narasi yang mengecilkan peran Iran bertolak belakang dengan fakta sejarah.
Faksi pejuang Sunni di Gaza, seperti Brigade Al-Qassam Hamas, secara terbuka mengakui Iran sebagai pendukung utama mereka. Dukungan ini mencakup suplai senjata, pendanaan, dan transfer teknologi roket yang digunakan untuk melawan Israel.
"Kita sudah terlambat bersama-sama meyakini bahwa Israel adalah musuh kita bersama. Jangan sampai kita kehilangan fokus pada musuh kemanusiaan yang sebenarnya," pungkas Buya Yahya menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?