Syaikh Mahir Ash-Shuffi menegaskan bahwa dua hadits tersebut menjadi pengabaran pasti tentang terjadinya peperangan final melawan Yahudi. Keberadaan mereka di Palestina saat ini menguatkan kabar tersebut dan memenuhi dada kaum mukminin dengan kemarahan. Keyakinan bahwa Muslim akan membebaskan Masjid Al-Aqsha dan mengalahkan Yahudi adalah hal yang pasti.
Pertanyaan besar adalah kapan hal itu terjadi? Konflik telah berlangsung sejak 1948, dan kebahagiaan sejati belum pernah mereka raih. Menurut Syaikh Mahir, ada dua kemungkinan waktu:
1. Mendekati Tanda-Tanda Kiamat Kubra
Peristiwa ini mungkin terjadi sebelum munculnya tanda-tanda besar kiamat seperti terbitnya matahari dari barat, munculnya dukhan (asap), dabbah (hewan melata), dan Dajjal. Sebab, setelah tanda-tanda besar itu muncul, kehidupan mereka sudah tidak ada lagi.
2. Pada Masa Dajjal dan Turunnya Nabi Isa AS
Kemungkinan kedua adalah pada era Dajjal, di mana manusia terbelah: kelompok beriman bersama Nabi Isa AS dan kelompok kafir bersama Dajjal yang didukung Yahudi. Allah SWT akan memberi kemenangan kepada Nabi Isa AS untuk mengalahkan Dajjal dan para pengikutnya.
Kesimpulan: Berkumpulnya Yahudi di jantung tanah Arab dan Palestina merupakan bukti kuat akan dekatnya peristiwa besar ini dan sebagai pertanda semakin dekatnya hari kiamat. Wallahu a'lam bish-shawab.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?