Kekhawatiran lain yang diungkapkan adalah terganggunya pasokan energi nasional jika konflik berlangsung dalam waktu lama. Dengan stok BBM dalam negeri yang relatif terbatas, pemerintah diminta untuk segera melakukan antisipasi.
"Kalau perang berlangsung lama, stok BBM kita terbatas. Itu bisa menimbulkan kesulitan bagi kegiatan ekonomi dan bisnis," ujar JK.
Pentingnya Sikap Diplomasi dan Evaluasi Kebijakan Ekonomi
Selain aspek ekonomi, JK juga menekankan pentingnya Indonesia memiliki sikap politik yang jelas menyikapi konflik ini. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, Indonesia dinilainya perlu menunjukkan posisi diplomatik yang tegas dan memanfaatkan peran di forum internasional untuk mendorong perdamaian.
Di sisi domestik, JK menyerukan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ekonomi nasional. Pemerintah harus menetapkan prioritas belanja negara dengan cermat agar pengeluaran, termasuk untuk subsidi, tidak membebani keuangan negara secara berlebihan di tengah ketidakpastian global.
"Harus ada evaluasi total terhadap kebijakan ekonomi, khususnya dalam penggunaan anggaran. Negara harus menentukan prioritas agar pengeluaran tidak terlalu besar," pungkas JK.
Artikel Terkait
Anya Geraldine Tangisi Vidi Aldiano: Kenangan, Pesan Terakhir & Kisah Persahabatan
Vidi Aldiano Meninggal Dunia: Penyebab, Kisah Terakhir, dan Perjuangan Melawan Kanker Ginjal
Panic Buying BBM di Sumatera: Antrean Panjang SPBU Imbas Isu Kenaikan Harga
Vidi Aldiano Meninggal Dunia: Penyebab, Perjalanan Karier, dan Perjuangan Melawan Kanker Ginjal