Luhut Pandjaitan: Dampak Konflik AS-Israel vs Iran Bagi Ekonomi Global dan Analisisnya

- Rabu, 11 Maret 2026 | 15:25 WIB
Luhut Pandjaitan: Dampak Konflik AS-Israel vs Iran Bagi Ekonomi Global dan Analisisnya

Luhut Pandjaitan: Konflik AS-Israel vs Iran Picu Ketidakpastian Ekonomi Global Tertinggi

Cimahi - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran telah menciptakan tingkat ketidakpastian ekonomi dunia tertinggi sepanjang sejarah. Pernyataan ini disampaikan dalam Kuliah Umum di Auditorium Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Jawa Barat, Rabu (11/3/2026).

Acara yang dihadiri oleh 25.637 mahasiswa dan 1.090 tenaga pendidik tersebut mengangkat tema 'Optimalisasi Peran dan Karakter Mahasiswa dalam Memanfaatkan Bonus Demografi Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045'.

Dampak Rantai Konflik terhadap Ekonomi Global

Luhut menjelaskan, dunia saat ini dihadapkan pada rentetan ketegangan geopolitik yang beruntun, dimulai dari perang Rusia-Ukraina, ketegangan AS-Venezuela, hingga pecahnya konflik terbuka antara AS-Israel dengan Iran. Situasi ini, menurutnya, menjadi sumber utama ketidakpastian global.

"Point saya, uncertainty (ketidakpastian) ini masih tinggi. Oleh karena itu kita di dalam negeri harus kompak juga menghadapi ini karena semua dunia menghadapi masalah ini," tegas Luhut.

Luhut Soroti Peran Negara Maju sebagai Dalang Konflik

Dalam paparannya, Luhut secara tegas menyoroti peran negara-negara maju dalam memicu berbagai konflik di dunia. Ia mencontohkan sejarah panjang keterlibatan Inggris dan Amerika Serikat dalam menciptakan perpecahan di berbagai wilayah.

"Anda lihat betapa Inggris yang menjajah lalu memecah Palestina dengan Israel. Anda lihat Amerika, negara-negara barat setelah Perang Dunia Kedua, Arab Saudi dipecah dengan Abu Dhabi, dengan Dubai, dengan semua," bebernya.

Ia juga menyebut bahwa gerakan kemerdekaan yang dipelopori Indonesia pada 1945 dianggap sebagai "kesalahan" oleh negara maju karena mendorong kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah. "Sekarang mereka ingin lagi melakukan kolonialisasi atau penjajahan lagi dalam bentuk yang beda," tambah Luhut.


Halaman:

Komentar