"Bahkan kita sebenarnya masih cukup baik. Belanja kita mendekati 3 persen, tapi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih cepat dibanding beberapa negara lain," jelasnya.
Sebagai perbandingan, ia menyebut Vietnam yang defisitnya sekitar 4% dari PDB, dan India yang mencapai 5-6%.
Kebijakan Akan Diambil dengan Hati-hati
Meski membuka opsi, pemerintah menegaskan akan berhati-hati. Keputusan menaikkan defisit APBN harus melalui kajian mendalam, mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional, stabilitas fiskal, dan dampaknya terhadap kepercayaan investor.
Pemerintah juga harus memastikan bahwa pelebaran defisit digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas nasional.
Latar Belakang Wacana Pelebaran Defisit
Wacana ini muncul di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi stabilitas pasar dunia. Pemerintah terus memantau perkembangan ini sebelum mengambil langkah kebijakan fiskal yang lebih besar.
Artikel Terkait
Prabowo Pertimbangkan WFH: Solusi Hemat BBM Antisipasi Dampak Perang Iran-Israel
Biaya Tersembunyi Trading: 7 Faktor yang Menggerogoti Profit Trader
Cara Download Video TikTok Tanpa Aplikasi 2024: Mudah, Cepat & Gratis
Menag: Boikot Produk Pro-Israel Picu PHK Ribuan Pekerja di Indonesia