"Bahkan kita sebenarnya masih cukup baik. Belanja kita mendekati 3 persen, tapi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih cepat dibanding beberapa negara lain," jelasnya.
Sebagai perbandingan, ia menyebut Vietnam yang defisitnya sekitar 4% dari PDB, dan India yang mencapai 5-6%.
Kebijakan Akan Diambil dengan Hati-hati
Meski membuka opsi, pemerintah menegaskan akan berhati-hati. Keputusan menaikkan defisit APBN harus melalui kajian mendalam, mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional, stabilitas fiskal, dan dampaknya terhadap kepercayaan investor.
Pemerintah juga harus memastikan bahwa pelebaran defisit digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas nasional.
Latar Belakang Wacana Pelebaran Defisit
Wacana ini muncul di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi stabilitas pasar dunia. Pemerintah terus memantau perkembangan ini sebelum mengambil langkah kebijakan fiskal yang lebih besar.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI