Lebih lanjut, Bahlil memberikan penjelasan mengenai kondisi pasokan BBM saat ini. "Harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia, bahwa solar kita Insya Allah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi, clear. BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya," tegasnya.
Ajakan Penghematan Energi untuk Masyarakat
Di samping upaya pemerintah, Bahlil juga menekankan pentingnya peran serta aktif masyarakat dalam menjaga ketahanan energi nasional. Menurutnya, upaya kolektif antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan dalam situasi saat ini.
Ia memberikan contoh konkret penghematan yang dapat dilakukan di tingkat rumah tangga. "Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah matang, jangan boros. Kemudian SPBU ini juga bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana," tandas Menteri Bahlil.
Langkah proaktif pemerintah ini diharapkan dapat mengamankan pasokan energi dalam negeri, menstabilkan harga, dan memitigasi dampak potensial dari gejolak geopolitik di kawasan penghasil minyak dunia.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI