Keluarga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Kapten Zulmi. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih berusia 5 tahun dan 1 tahun. Sang kakak sepupu, Risman Efendi, menyebut almarhum sebagai kebanggaan keluarga yang sangat baik dan rajin beribadah.
"Beliau sosok yang saleh. Baru saja pulang menunaikan ibadah umrah pada Januari 2026 bersama istrinya," kenang Risman. Kapten Zulmi juga sempat menyampaikan kerinduan yang mendalam pada kedua anaknya yang sudah lama tidak dijumpainya.
Proses Evakuasi dan Ungkapan Duka
Keluarga sempat kehilangan kontak pada hari kejadian, sebelum akhirnya mendapatkan kepastian gugur pada Selasa, 31 Maret 2026. Saat ini, keluarga masih menantikan kepulangan jenazah sang pahlawan dari rumah sakit di Lebanon ke tanah air.
Duka juga disampaikan oleh tetangga dan lingkungan tempat tinggalnya di Cimahi. Rusmin, Ketua RT setempat, mengungkapkan, "Dia terkenal baik, saleh, dan pintar. Kami sangat kehilangan. Di lingkungan ini, hanya dari keluarganya yang menjadi TNI hingga bertugas sebagai Satgas PBB."
Gugurnya Kapten Zulmi Aditya Iskandar menjadi catatan heroik dan pilu bagi Korps Kopassus dan TNI secara keseluruhan, mengingatkan akan dedikasi dan pengorbanan prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?