APBN Hanya Bertahan Beberapa Minggu? Analisis Dampak Kenaikan Harga BBM 2026

- Jumat, 03 April 2026 | 14:00 WIB
APBN Hanya Bertahan Beberapa Minggu? Analisis Dampak Kenaikan Harga BBM 2026

Pembatasan Pembelian BBM Subsidi di SPBU

Untuk mencegah penyalahgunaan, pemerintah memberlakukan skema pembatasan volume harian pembelian BBM bersubsidi di SPBU dengan wajib mencantumkan nomor polisi. Batasan tersebut antara lain:


  • Solar: Kendaraan pribadi maksimal 50 liter/hari, angkutan umum roda empat 80 liter/hari.

  • Pertalite: Maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat.

Analisis Ekonom: Kemampuan APBN Sangat Terbatas

Para ekonom menilai kebijakan menahan harga BBM diperlukan untuk meredam inflasi dan gejolak sosial, namun kemampuan APBN sangat terbatas.

Ronny P. Sasmita dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution menyatakan kemampuan menahan harga hanya dalam hitungan beberapa bulan. Sementara Media Wahyudi Askar dari CELIOS memperkirakan APBN hanya sanggup bertahan beberapa minggu ke depan. Anthony Budiawan dari PEPS memprediksi penyesuaian harga BBM nonsubsidi bisa terjadi dalam hitungan minggu.

Pemerintah mengakui tekanan subsidi energi bisa membengkak hingga Rp90–100 triliun. Defisit APBN berpotensi melebar, dengan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp420 triliun menjadi bantalan sementara.

Kesimpulan: Kenaikan Harga BBM Hanya Tertunda

Jika konflik Timur Tengah berlarut dan harga minyak tetap tinggi dalam 6–12 bulan ke depan, pemerintah kemungkinan besar akan melakukan penyesuaian harga BBM secara bertahap. Untuk saat ini, kombinasi penahanan harga, penghematan energi, dan pembatasan konsumsi menjadi strategi utama menghadapi dampak krisis energi global ini.


Halaman:

Komentar