“Tetapi tentunya kami harus melakukan inovasi karena kebutuhan plastik ini pelan-pelan harus dikurangi, harus ada substitusinya. Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban,” jelasnya.
Solusi Tradisional: Kembali ke Daun Pisang
Sebagai solusi praktis dan ekonomis, Pramono Anung menyarankan penggunaan kemasan tradisional. Salah satu alternatif yang dianjurkan adalah daun pisang, yang dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu menekan biaya pengemasan secara signifikan.
“Maka untuk itu ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya,” imbau Pramono.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meringankan beban biaya UMKM di tengah kenaikan harga plastik, tetapi juga sejalan dengan gerakan mengurangi sampah plastik sekali pakai dan mendukung ekonomi sirkular.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri