Dalam investigasi ini, Dokter Tifa berharap dapat menemukan dokumen-dokumen penting seperti ijazah asli, riwayat pendidikan, hingga tesis dan disertasi milik Rismon. Temuan ini dianggap kunci untuk menjawab keraguan masyarakat.
"Saya berharap di sana saya ketemu ijazah Rismon, riwayat pendidikannya, tesis S2 dan disertasinya. Saya berharap itu," harapnya.
Selain ke Jepang, rencana kunjungan juga akan dilakukan ke Universitas Mataram untuk mengecek rekam jejak Rismon sebagai tenaga pengajar. Dokter Tifa berencana bertemu langsung dengan pimpinan fakultas dan universitas.
"Saya mau ketemu rektor, ketemu dekan dari Fakultas Informatika. Karena saya berharap di sana Rismon memang jadi pegawai, jadi dosen di sana," jelasnya.
Tak hanya itu, Universitas Brawijaya juga akan menjadi tujuan penelusuran berikutnya. Dokter Tifa ingin memverifikasi informasi bahwa Rismon pernah menjadi staf pengajar di kampus tersebut.
"Saya ingin ketemu ijazah asli Rismon karena dia adik kelas saya di UGM. Bukan untuk membuktikan gelarnya palsu, tidak," pungkas Dokter Tifa.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?