Dalam investigasi ini, Dokter Tifa berharap dapat menemukan dokumen-dokumen penting seperti ijazah asli, riwayat pendidikan, hingga tesis dan disertasi milik Rismon. Temuan ini dianggap kunci untuk menjawab keraguan masyarakat.
"Saya berharap di sana saya ketemu ijazah Rismon, riwayat pendidikannya, tesis S2 dan disertasinya. Saya berharap itu," harapnya.
Selain ke Jepang, rencana kunjungan juga akan dilakukan ke Universitas Mataram untuk mengecek rekam jejak Rismon sebagai tenaga pengajar. Dokter Tifa berencana bertemu langsung dengan pimpinan fakultas dan universitas.
"Saya mau ketemu rektor, ketemu dekan dari Fakultas Informatika. Karena saya berharap di sana Rismon memang jadi pegawai, jadi dosen di sana," jelasnya.
Tak hanya itu, Universitas Brawijaya juga akan menjadi tujuan penelusuran berikutnya. Dokter Tifa ingin memverifikasi informasi bahwa Rismon pernah menjadi staf pengajar di kampus tersebut.
"Saya ingin ketemu ijazah asli Rismon karena dia adik kelas saya di UGM. Bukan untuk membuktikan gelarnya palsu, tidak," pungkas Dokter Tifa.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri