"Dari hasil perbandingan, ijazah Jokowi identik dan asli," simpul Rismon.
Koreksi Analisis Terdahulu Soal Skripsi dan Font
Rismon juga melakukan koreksi atas analisisnya sebelumnya mengenai skripsi Jokowi yang dibuat tahun 1985. Awalnya, ia menduga dokumen menggunakan font Times New Roman yang baru populer di era 1990-an.
Setelah penelusuran ulang, ia menemukan fakta bahwa font digital Times Roman sudah digunakan sejak 1984—satu tahun sebelum Jokowi lulus. "Ternyata sebelum Times New Roman muncul, sudah ada Times Roman sejak 1984," jelasnya.
Ia juga menambahkan konteks bahwa pada era 1980-an, tidak semua lembar pengesahan skripsi dilengkapi tanda tangan penguji karena keterbatasan biaya percetakan.
Pengakuan Menyembunyikan Fakta Awal
Di akhir pemaparan, Rismon secara terbuka mengakui bahwa sebagian temuan tentang keaslian ijazah ini sebenarnya telah diketahuinya lebih awal. Namun, informasi tersebut sengaja tidak diungkap untuk mempertahankan narasi sebelumnya.
"Ini saya sembunyikan untuk mendukung kebohongan saya sebelumnya," ujar Rismon.
Dengan pengakuan dan temuan terbaru ini, klaim kontroversial seputar keaslian ijazah Presiden Joko Widodo dari UGM mendapatkan klarifikasi berdasarkan analisis digital forensik.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?