Hal ini kontras dengan penuturan siswa yang menyebut menu sehari-hari biasanya jauh dari kata enak dan layak, hanya berisi telur, ayam, atau ikan saja.
Bantahan dari Koordinator Wilayah BGN
Menanggapi viralnya isu ini, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Nabire membantah bahwa penyusunan menu terkait dengan kunjungan Wapres Gibran. Pihaknya menegaskan bahwa menu disusun murni untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa dan menerapkan prinsip gizi seimbang.
Ia juga menekankan bahwa penyajian yang rapi dengan wadah stainless dan komposisi makanan yang lengkap adalah bagian dari standar pelayanan yang berusaha diterapkan.
Kejadian ini menyoroti pentingnya konsistensi dan transparansi dalam pelaksanaan program pemerintah seperti MBG, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh siswa setiap harinya, bukan hanya pada momen-momen tertentu.
Artikel Terkait
Analisis Politik Indonesia: Peran Avonturir, Ulama, dan Dampak Transisi Kekuasaan
3 Kebijakan Pemerintah yang Memberatkan Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, hingga Tol Kena PPN
Vaksin HPV untuk Laki-Laki Dimulai 2026: Sasaran, Manfaat, dan Strategi Cegah Kanker Serviks
Polemik Ijazah Jokowi Menurut Pengacara: Tak Selesai Meski Ditunjukkan ke Publik