Kepala BGN Klarifikasi Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi di Program Makan Bergizi Gratis: Hanya Simulasi

- Kamis, 23 April 2026 | 10:25 WIB
Kepala BGN Klarifikasi Kebutuhan 19.000 Ekor Sapi di Program Makan Bergizi Gratis: Hanya Simulasi

Meskipun demikian, BGN memastikan tidak pernah menerapkan kebijakan menu seragam secara nasional dalam program MBG. Langkah ini diambil untuk menghindari lonjakan permintaan bahan pangan tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.

Sebagai contoh, Dadan mengungkapkan pengalaman saat perayaan ulang tahun Presiden RI Prabowo Subianto pada 17 Oktober 2025. Saat itu, menu nasi goreng dan telur disajikan untuk sekitar 36 juta penerima manfaat. Akibatnya, kebutuhan telur melonjak hingga 36 juta butir atau sekitar 2.200 ton dalam satu hari. Lonjakan permintaan tersebut sempat mendorong harga telur naik hingga Rp3.000.

Belajar dari kejadian tersebut, BGN kini menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dalam penyusunan menu MBG. Setiap daerah didorong untuk menyesuaikan menu dengan potensi sumber daya lokal serta selera masyarakat setempat. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus mengurangi tekanan terhadap harga komoditas di pasar.

"Kami ingin memanfaatkan potensi lokal sekaligus mengikuti preferensi masyarakat. Dengan begitu, tekanan terhadap konsumsi tidak terlalu tinggi," pungkas Dadan.


Halaman:

Komentar