Faktor lainnya adalah dominasi angin timuran yang berasal dari Australia. Angin ini bersifat kering dan menghambat proses pembentukan awan, khususnya di wilayah selatan ekuator termasuk Jabodetabek. Hal ini menyebabkan cuaca terasa lebih panas dan gerah dari biasanya.
BMKG Bantah Adanya Fenomena El Nino
Menanggapi spekulasi di masyarakat, BMKG membantah bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi fenomena El Nino. Rira Damanik menegaskan bahwa kondisi cuaca panas yang terjadi saat ini merupakan bagian dari dinamika cuaca musiman yang normal terjadi di wilayah Indonesia.
Prediksi Cuaca Panas hingga Awal Mei
BMKG memprediksi cuaca panas dan terik masih akan berlangsung hingga awal Mei mendatang, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak buruk akibat paparan panas ekstrem.
Tips Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem
Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat suhu tinggi, BMKG menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Gunakan pelindung seperti topi atau payung saat berada di luar, serta perbanyak konsumsi air putih untuk menjaga hidrasi tubuh. Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu Anda terhindar dari dehidrasi dan heatstroke selama periode cuaca panas berlangsung.
Artikel Terkait
Putusan PTUN Batalkan Sanksi Etik UI: Jimly Asshiddiqie Sebut Hakim Tak Paham Batas Hukum dan Otonomi Akademik
Said Didu Jenguk Roy Suryo dan Dokter Tifa di Polda Metro Jaya, Begini Kondisi Terbaru Kedua Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda Usai Cek Kesehatan, Kondisi Lemas Usai Diperiksa di RS Polri
Refly Harun Murka! Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksa Pakai Rompi Oranye, Dianggap Kriminal