Ristuti Kustirahayu (37) menjadi salah satu korban tewas kecelakaan antara kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Korban merupakan warga Perumahan Sukamanah Residence Blok A47 nomor 4 RT 004 RW 013, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bendera kuning sudah terpasang beberapa titik mulai dari kawasan depan perumahan hingga menuju ke rumah duka. Sejumlah tetangga datang berkumpul di rumah duka. Tenda dan kursi-kursi terpasang di depan rumahnya.
Ketua RT setempat, Prio Budiarto (59) membenarkan bahwa warganya bernama Ristuti Kustirahayu (37) merupakan korban tewas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
“Iya benar warga kami, subuh tadi saya dapat kabarnya,” kata dia saat diwawancara pada Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, jenazah almarhum tidak disemayamkan di rumah duka. Almarhum dimakamkan di kampung halamannya di Puncanganom RT 002 RW 004 Bero, Manyaran Wonogiri, Jawa Tengah.
“Informasi tadi pukul 07.00 WIB langsung dibawa ke kampung halamannya. Dimakamkan di sana,” beber dia.
Ia menambahkan, korban bekerja di Jakarta dan kerap menggunakan KRL Commuter Line setiap hari dengan naik di Stasiun Cikarang.
“Kerja di Jakarta, setiap hari naik KRL. Yang antar jemput juga suaminya,” katanya.
Menurutnya, almarhum sosok yang ramah dan kerap menyapanya ketika berangkat kerja. Tetangga juga tak menyangka akan kabar tersebut dan tidak ada firasat apapun.
“Saya komunikasi sama suaminya juga syok engga nyangka. Engga ada firasat apapun,” kata dia.
Artikel Terkait
Ramalan Tirta Siregar Soal Kecelakaan Kereta Api 2026 Terbukti? Ini Fakta di Balik Viral Ular Besi
Jasa Raharja Pastikan Santunan Rp90 Juta untuk Korban Meninggal Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Polda Sumsel Buru 4 DPO Jaringan Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Sita 220 Kg Ganja Kering
Panas Mendidih Landa Jabodetabek, BMKG Ungkap Faktor Pemicu Suhu Ekstrem