Rakyat Kaltim kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kaltim, Senin 4 Mei 2026. Aksi jilid dua ini membawa gelombang amarah yang lebih besar dari sebelumnya. Massa yang datang bukan sekadar membawa proposal, melainkan kesabaran yang sudah habis sejak aksi 21 April lalu.
Mahasiswa, buruh, dan warga biasa yang kerap dipandang sebelah mata justru menunjukkan tekad baja. Ketika perut lapar dan kepala panas, pagar besi hanyalah hiasan. Benar saja, kawat berduri di Gedung DPRD Kaltim Karang Paci akhirnya jebol. Rakyat masuk bukan untuk berswafoto, melainkan untuk menuntut audit moral terhadap wakil rakyat yang diduga sudah menjual amanah.
Sementara rakyat mendorong pagar, di dalam gedung mungkin masih ada yang sibuk mendorong anggaran. Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur. Isinya? Kursi pijat Rp125 juta, akuarium air laut yang ikannya mungkin lebih sehat dari fasilitas puskesmas, dan Rp8,5 miliar untuk mobil dinas. Ironisnya, di luar sana rakyat masih jungkir balik mencari pendidikan layak dan berobat dengan biaya mahal.
Solusi yang muncul justru TAGUPP (Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan). Kedengarannya canggih, sampai kita lihat isinya: ada adik kandung gubernur sendiri, Hijrah Mas'ud. Ini bukan lagi percepatan pembangunan, ini percepatan silaturahmi keluarga di lingkar kekuasaan.
Sekitar 2.000 hingga 2.500 massa datang mengawal satu tuntutan utama: Hak Angket. Tujuh fraksi DPRD sebelumnya sudah sepakat. Harusnya tinggal ketok palu. Tapi dalam politik kita, palu kadang bukan alat keputusan, melainkan alat tunda. Rapat digelar dari sore hingga malam, namun hasilnya nihil. Masih "dibahas" – kata paling sakti yang bisa membuat waktu berhenti dan rakyat disuruh sabar tanpa kepastian.
Artikel Terkait
Andika Kangen Band Dirawat di Rumah Sakit dengan Selang Oksigen, Absen dari The Sounds Project dan Digantikan Praz Teguh
Menkeu Purbaya Bantah Gaji Manajer Kopdes Rp16 Juta: Terlalu Besar, Pemerintah Pastikan Tak Setujui
Panduan Lengkap Manajemen Stok Es Batu untuk Bisnis Kuliner: Strategi Optimasi Persediaan agar Operasional Lancar dan Menguntungkan
Misteri Kematian Karumga Jampidsus: Jejak Febrio, Staf Kejagung yang Bawa Korban ke RS Hingga Laporan Polisi Keluarga