Harga Pertalite vs Pertamax: Strategi Bisnis di Balik BBM Subsidi Lebih Mahal dari Nonsubsidi

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:50 WIB
Harga Pertalite vs Pertamax: Strategi Bisnis di Balik BBM Subsidi Lebih Mahal dari Nonsubsidi

Dengan harga yang lebih kompetitif, masyarakat diharapkan mulai mempertimbangkan penggunaan BBM dengan kualitas lebih tinggi yang dinilai lebih sesuai untuk mesin kendaraan modern. Selain itu, perpindahan pengguna dari BBM subsidi ke nonsubsidi juga disebut dapat membantu mengurangi beban subsidi energi negara. "Kalau migrasi itu terjadi, mestinya anggaran subsidi BBM bisa berkurang dan bisa dimanfaatkan untuk sektor lain yang lebih bermanfaat," ujarnya.

Subsidi BBM: Harus Melekat pada Orang, Bukan Barang

Tri juga menyoroti persoalan klasik penyaluran subsidi BBM yang hingga kini masih dinilai belum tepat sasaran. Menurut dia, subsidi yang melekat pada komoditas membuat BBM bersubsidi tetap dapat diakses masyarakat mampu. Ia menyebut idealnya subsidi diberikan kepada individu yang berhak menerima, bukan ditempelkan pada barang atau produk. "Subsidi seharusnya melekat pada orang, bukan pada barang," kata Tri.

Skema Subsidi Internal Pertamina untuk Pertamax

Dalam penjelasannya, Tri juga mengungkap bahwa harga Pertamax yang berada di kisaran Rp12 ribuan saat ini bukan berarti tanpa intervensi. Ia menyebut Pertamax dijual dengan skema subsidi internal dari Pertamina dan berbeda dengan Pertalite yang mendapat subsidi langsung dari pemerintah. Skema tersebut dinilai menjadi salah satu cara untuk menekan beban subsidi negara sekaligus mengarahkan konsumen kelas menengah ke atas menggunakan BBM nonsubsidi.

Dampak Perdebatan Harga BBM di Masyarakat

Perdebatan soal harga BBM terus menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan langsung dengan biaya transportasi harian dan pengeluaran rumah tangga. Di media sosial, sejumlah pengguna mempertanyakan transparansi perhitungan harga BBM, terutama setelah muncul angka nilai keekonomian Pertalite yang dianggap lebih tinggi dibanding harga jual Pertamax.

Sementara itu, data konsumsi BBM nasional dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan Pertalite masih menjadi bahan bakar dengan pengguna terbesar di Indonesia karena faktor harga yang lebih terjangkau dibanding BBM beroktan tinggi lainnya. Pemerintah dan Pertamina hingga kini terus mendorong penggunaan BBM berkualitas lebih baik demi menekan emisi kendaraan sekaligus meningkatkan efisiensi mesin.


Halaman:

Komentar