MULTAQOMEDIA.COM - Kegagalan sistem manajemen di internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akhirnya terkuak ke publik. Menteri Keuangan, Purbaya, secara terbuka mengakui adanya kebobolan fatal dalam sistem penganggaran negara.
Insiden ini mencuat setelah Purbaya mencopot dua Direktur Jenderal (Dirjen) Kemenkeu, yaitu Febrio Nathan Kacaribu dari jabatan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari posisi Dirjen Anggaran.
Menurut sumber terpercaya, pencopotan Luky Alfirman dipicu oleh kelalaiannya dalam meloloskan anggaran pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Purbaya hanya memberikan senyuman tipis. "Mungkin (karena hal itu). Anda tebak sendiri," ujar Purbaya pada Senin (11/5/2026).
Anggaran untuk puluhan ribu motor listrik tersebut lolos tanpa terdeteksi oleh sistem internal Kemenkeu. Padahal, Purbaya mengklaim telah menolak mentah-mentah usulan anggaran tersebut. Ironisnya, dana yang seharusnya diblokir justru melenggang keluar karena adanya celah keamanan atau loophole pada perangkat lunak milik Direktorat Jenderal Anggaran (DJA).
"Itu software dari Ditjen Anggaran, sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin. Ya kan kebobolan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, jadi sudah saya tolak," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (7/5/2026).
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri