Deddy menyebutkan bahwa rantai distribusi (supply chain) program MBG sangat berantakan. Selain itu, ia juga menyoroti adanya kebocoran anggaran yang signifikan dan kurangnya pengawasan yang ketat. "Essentially memang bagus program ini, namun melihat di lapangan, supply chain yang berantakan, anggaran bocor di lapangan, nggak ada piloting," tambah Deddy dengan nada kecewa.
Ia menegaskan bahwa meskipun konsep dasar MBG tetap layak untuk dipertahankan, proses eksekusi yang tidak tertata dengan baik berpotensi menghambat tujuan utama program. Deddy juga menyinggung kasus viral mitra SPPG yang berjoget sambil memamerkan insentif harian Rp6 juta. Menurutnya, kejadian ini menunjukkan lemahnya kontrol dan pengawasan dalam pelaksanaan program.
Dalam podcast tersebut, Deddy dan Feri Amsari sepakat bahwa ide dari para penguasa seringkali terlihat bagus di atas kertas, tetapi menjadi kacau saat diimplementasikan. Feri Amsari mencontohkan penolakannya terhadap IKN bukan karena konsepnya, melainkan karena cara mewujudkannya. Hal serupa dirasakan Deddy terhadap program MBG.
Meskipun kecewa dengan implementasinya, Deddy menegaskan bahwa dirinya tetap mendukung tujuan mulia dari program MBG. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki sistem pengelolaan, distribusi, dan pengawasan agar program ini bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri