"Ya, enggak ada prasangka apa pun awalnya. Tapi ternyata pada curiga barulah korban cerita. Ada beberapa kali pemerkosaan," jelas Petir.
Lebih memprihatinkan lagi, akibat pemerkosaan berulang ini korban dinyatakan hamil 5 bulan atau 20 minggu setelah menjalani pemeriksaan medis.
"Iya setelah diperiksakan ternyata sudah hamil 20 minggu. Anaknya semakin kurus, sakit-sakitan," ungkap Petir.
Laporan Polisi dan Proses Hukum
Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Satres PPA dan PPO Polrestabes Semarang. Kuasa hukum korban berharap kepolisian dapat segera bertindak tegas dan memberikan keadilan bagi korban.
"Sudah dilaporkan kemarin sudah diterima. Harapannya agar pelaku segera diamankan, karena kasihan sekali korban," kata Petir.
Menanggapi laporan tersebut, Kasat PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Srinitri, membenarkan bahwa laporan sudah diproses. Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah pihak terkait.
"Korban, orang tua dan saksi-saksi terkait sudah kami mintai keterangan, namun korban belum full karena kondisi. Saksi-saksi lain masih proses," ujarnya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri