Prabowo menilai dampak terbesar dari program tersebut adalah terciptanya rantai ekonomi lokal yang hidup dan mandiri. Kebutuhan pangan untuk MBG, kata dia, dapat dipenuhi langsung dari hasil produksi masyarakat desa. Peternak lele, petani sayur, peternak ayam petelur hingga pelaku usaha kecil disebut akan mendapatkan pasar yang pasti dari program tersebut. “Kita bisa memotong biaya logistik. Pasarnya ada di desa itu sendiri. Itu berdampak pada MBG,” lanjutnya.
Akui Banyak Tantangan dan Ancam Copot Pejabat Nakal
Meski optimistis terhadap dampak MBG, Prabowo mengakui pelaksanaan program tersebut masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari tata kelola hingga integritas aparat di lapangan. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan kewenangan atau melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan program. “Banyak masalah, ya. Tantangan, benar. MBG banyak masalah, benar. Kita harus tertibkan,” kata Prabowo. “Saya sudah katakan pemerintah saya tidak ragu. Siapapun yang melanggar akan kita tertibkan. Copot dari jabatan,” sambungnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga program MBG tetap berjalan sesuai target, di tengah besarnya anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut.
Rupiah dan MBG Jadi Sorotan
Pernyataan Prabowo mengenai dolar dan rupiah langsung memantik perhatian publik di media sosial. Sebagian menilai ucapan tersebut sebagai upaya menenangkan masyarakat akar rumput, sementara lainnya menganggap pemerintah tetap perlu waspada terhadap dampak pelemahan rupiah terhadap harga kebutuhan pokok dan inflasi. Di sisi lain, klaim mengenai perputaran uang miliaran rupiah melalui MBG juga menjadi sorotan karena program itu diproyeksikan menjadi salah satu motor ekonomi desa sekaligus strategi peningkatan gizi nasional. Dengan kombinasi isu ekonomi makro dan program populis berbasis desa, pidato Prabowo di Nganjuk memperlihatkan arah narasi pemerintah: menjaga optimisme publik di tengah tekanan global sambil mendorong perputaran ekonomi dari tingkat akar rumput.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?