MULTACOMEDIA.COM - Iran berhasil bertahan dari dua serangan besar gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Juni 2025 dan Februari-April 2026. Bahkan, Iran mampu melancarkan serangan balasan yang menghancurkan kota-kota di Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Seorang pengacara yang dekat dengan pemerintah Iran, yang hanya dikenal dengan nama Nayeb, mengungkapkan kepada The Straits Times bahwa Iran telah memprediksi konflik besar ini sejak puluhan tahun lalu. Persiapan matang inilah yang membuat Iran mampu bertahan dan membalikkan prediksi perang singkat Israel dan AS.
Nayeb menjelaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah lama membicarakan perang melawan Iran. Namun, Israel baru melibatkan AS secara langsung pada tahun 2025. Di sisi lain, Iran mulai mengantisipasi potensi perang sejak invasi AS ke Irak pada 2003 untuk menggulingkan Saddam Hussein.
"Iran telah mempersiapkan ini selama beberapa dekade," ujar Nayeb yang enggan disebut identitas lengkapnya karena alasan keamanan.
Strategi utama Iran adalah menyebar infrastruktur vital ke berbagai wilayah. Pembangkit listrik, kilang minyak, dan fasilitas penting lainnya tidak dibangun terpusat, melainkan tersebar untuk mempersulit musuh menghancurkannya dalam satu serangan.
"Peradaban kuno itu sangat sabar. Bahkan jika mereka menderita, jika memiliki tujuan berharga, mereka akan terus berjuang meski dalam kesulitan," tambahnya.
Artikel Terkait
Israel Diam-Diam Kuasai 60% Wilayah Gaza, Manfaatkan Fokus Dunia pada Perang AS vs Iran
Aktivis AS Beberkan Bukti Pelanggaran HAM Sistematis terhadap Minoritas di India, Desak Sanksi Global Magnitsky
AS Kehilangan 39 Pesawat dalam Perang Lawan Iran, Biaya Operasi Tembus 29 Miliar Dolar
Militer Arab Saudi Diam-Diam Balas Serangan Iran, Begini Kronologi Lengkapnya