dr. Adam juga menanggapi kekhawatiran tentang dampak kortisol pada otak. Ia menjelaskan bahwa penyusutan area otak akibat kortisol biasanya terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit tertentu, bukan karena olahraga malam.
"Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam," tulisnya.
Sebaliknya, olahraga justru bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kemampuan otak untuk berkembang dan menurunkan peradangan di area otak.
"Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak," katanya.
Saat ini, banyak orang memilih berolahraga di malam hari karena memiliki waktu luang setelah bekerja atau beraktivitas seharian. Menurut dr. Adam, hal terpenting bukanlah kapan waktu olahraga dilakukan, melainkan konsistensi dalam menjalankannya.
Artikel Terkait
Kontroversi Mutasi ASN KemenPU: Dody Hanggodo Diduga Titipan H. Isam, Warganet Ramai Bongkar Fakta
Mendagri Tito: Kepala Daerah Bukan Anak Kecil, Pengawasan 24 Jam Tak Mungkin Cegah Korupsi
3 Duel Individu Penentu di Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol
KPK Selesaikan Analisis Laporan Gratifikasi Menteri Kehutanan, Kasus Korupsi Bupati Kuansing Terus Dikembangkan