dr. Adam juga menanggapi kekhawatiran tentang dampak kortisol pada otak. Ia menjelaskan bahwa penyusutan area otak akibat kortisol biasanya terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit tertentu, bukan karena olahraga malam.
"Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam," tulisnya.
Sebaliknya, olahraga justru bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kemampuan otak untuk berkembang dan menurunkan peradangan di area otak.
"Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak," katanya.
Saat ini, banyak orang memilih berolahraga di malam hari karena memiliki waktu luang setelah bekerja atau beraktivitas seharian. Menurut dr. Adam, hal terpenting bukanlah kapan waktu olahraga dilakukan, melainkan konsistensi dalam menjalankannya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri