Dalam kronologi peristiwa di Gedoeng Joeang, muncul isu yang ramai di media mainstream bahwa "AS adalah sosok yang berani menjamin" bahwa para aktivis yang telah ditetapkan sebagai tersangka (TSK) terkait tuduhan publik atas ijazah palsu Jokowi tidak akan diproses lebih lanjut. Hal ini sulit diterima akal sehat. Mengapa?
Negara Republik Indonesia adalah negara hukum. Dapatkah dibenarkan jika Penyidik Polri, yang sudah banyak didiskreditkan publik karena penetapan tersangka terhadap para aktivis, kemudian secara eksplisit melalui juru bicara Polda "berjanji" bahwa perkara Roy Cs akan segera meningkat ke tahap P21? Kesan politisasi sangat kuat, terutama jika benar AS menjamin bahwa "perkara Roy Cs tidak bakal naik ke meja hijau."
Apa sebenarnya motivasi dan misi AS? Beraninya ia memberikan jaminan di tengah penyidik yang sudah babak belur dihujat publik. Pertanyaan besar terakhir: jika inisial AS itu merujuk pada 'Abraham Samad', seperti pernyataan Razman yang ia terima dari Rismon Hasiholan Sianipar, lalu siapa sosok besar di belakang AS?
Wajar jika penulis, yang tidak menjadi terlapor, dan Prof. Eggi Sudjana, yang tidak pernah sekali pun di-BAP, merasa miris. Sebab, mereka pernah menyandang status tersangka (TSK), dihujat, dan difitnah publik, meski akhirnya mendapatkan SP3. Mereka bahkan dicaci maki oleh beberapa aktivis, yang kemudian melahirkan laporan hukum. Sementara itu, AS yang juga berstatus terlapor tidak pernah menjadi TSK dan nyaris tidak terdengar dihujani hujatan oleh Roy Cs.
Demi kepastian hukum, manfaat, dan rasa keadilan masyarakat, apakah setelah beredarnya informasi miring dari beberapa media, penyidik Polda akan menyidik ulang kasus AS dan menetapkannya sebagai tersangka? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Wallahualam bissawaab.
Artikel Terkait
Menhan Sjafrie Tugaskan TNI AL Produksi Kedelai Demi Hentikan Impor 2,5 Juta Ton
Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Kuasa Hukum Yakin P21 Tak Terbit, Proses Hukum Mandek
8 Pendulang Emas Tewas Dibantai KKB OPM di Yahukimo, TNI Buru Pelaku
Prabowo Panggil Menteri Ekonomi Bahas Badan Ekspor dan Tata Kelola Komoditas SDA