"Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai itu makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak lagi istilah makanan ternak itu," tegasnya.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berkomitmen mengejar target menjadikan Indonesia sebagai produsen kedelai mandiri. Untuk mendukung swasembada pangan, Kemenhan akan berkolaborasi erat dengan Kementerian Pertanian, khususnya dalam upaya menekan dan menghentikan impor kedelai.
"Sedangkan jagung dan padi itu sudah banyak sekali. Dan mungkin suatu saat nanti pada saat impor kami akan undang bapak dan ibu sekalian apa yang ada di dalam batalion ini. Sama sekali terbuka, tidak ada yang kita tutup-tutupi," tambah Sjafrie.
Sjafrie juga membeberkan struktur Batalyon Teritorial Pembangunan yang akan dibentuk hingga tahun 2029. Batalyon ini akan terdiri dari berbagai kompi spesialis, antara lain kompi pertanian, kompi peternakan, kompi medis, dan kompi konstruksi.
"Zeni, untuk membangun. Nah, inilah yang kumpul bersama-sama untuk membangun pembangunan di daerah," pungkasnya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri