MULTAQOMEDIA.COM - Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Gaza, Global Sumud Flotilla, mengaku menjadi korban penyiksaan brutal selama ditahan oleh militer Israel. Para aktivis ini melaporkan mengalami kekerasan fisik seperti tendangan, pukulan, hingga setrum listrik.
Salah satu WNI yang diculik, Rahendro Herubowo, menceritakan secara detail kekerasan yang dialaminya. Ia mengaku ditendang berkali-kali di bagian depan dan belakang tubuh, diinjak, hingga disetrum.
"Saya mengalami beberapa kekerasan, ditendang sampai mungkin tiga, empat kali di bagian depan, di belakang juga saya diinjak dan terakhir disetrum. Iya kena setrum," ungkap Rahendro dalam video yang diunggah di akun Thread @chikifawzi.
Setelah dibebaskan dari tahanan Israel, Rahendro segera menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisinya. "Tadi habis ngambil darah terus kita mau konsultasi," tuturnya.
Akibat penyiksaan tersebut, Rahendro merasakan nyeri di bagian pinggang. Ia mengaku kesulitan bergerak dan siap menjalani perawatan lanjutan berdasarkan hasil medis.
"Jadi sekarang nih saya kalau batuk sakit sini (pinggang), ketarik. Kalau angkat tangan tuh ketarik. Mudah-mudahan sih enggak ada apa-apa ya kita periksa di sini," jelasnya.
Kekerasan serupa juga dialami oleh Andre Prasetyo Nugroho, WNI lainnya. Ia mengaku disetrum di bagian paha sebagai korban terakhir dalam rombongan.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?