“Ini pilihan pemerintah: harga BBM naik atau rupiah melemah. Pilihannya saat ini adalah rupiah melemah. Jika ingin stabilitas, perekonomian harus siap menyerap dampak gejolak pasar. Jangan terlalu dikendalikan, biarkan pasar menyesuaikan,” tegasnya.
Fakhrul menambahkan, target rupiah Rp16.800-Rp17.500 bukan hal mustahil, asalkan pemerintah koheren dan berkomunikasi baik dengan pasar. “Pasar keuangan tidak suka kejutan berlebihan,” ucapnya.
Selain nilai tukar, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen mengendalikan inflasi di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Dalam pidato di rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026), ia menyampaikan target penurunan angka kemiskinan dari 6,5-7,0 persen menjadi 6,0-6,5 persen, serta tingkat pengangguran terbuka turun ke 4,30-4,87 persen.
“Defisit APBN 2027 akan dijaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB, dan kami akan terus berjuang menekan defisit ini,” ujar Prabowo.
Artikel Terkait
Telkom University PTS Terbaik Versi Webometrics 2026, Ini Strategi Digitalnya
Presiden Prabowo Panggil Menteri Ekonomi dan Danantara Bahas Pelemahan Rupiah
Anak Ahmad Bahar Ngaku Diancam Pakai Pistol oleh Hercules saat Diinterogasi GRIB Jaya
WNI Korban Penyiksaan Israel: Kisah Mengerikan Rahendro Herubowo Disetrum dan Ditendang Militer Zionis