MULTAQOMEDIA.COM - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengungkap isi pesan teror yang diterimanya dari sekelompok orang tak dikenal (OTK). Ia mengaku bahwa dirinya dan keluarga menjadi sasaran pemantauan serta pembuntutan yang sistematis.
"Ada beberapa pesan secara verbal yang disampaikan ke tetangga, kepada saya," kata Islah saat ditemui di kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Islah menambahkan, kediamannya di Madura juga tidak luput dari pengawasan. Ia menyebut bahwa rumahnya di Madura bahkan didatangi oleh oknum anggota TNI yang berseragam.
"Yang datang itu dan menunjukkan identitasnya karena berseragam, menyatakan 'Jangan terlalu keras ke Prabowo kalau memang masih mau pulang ke Madura' waktu itu. Datang ke salah satu paman saya," tuturnya.
"Dan di sini juga menyampaikan ke tetangga, 'Tolong Islah jangan terlalu vokal bersuara tentang Presiden Prabowo'. Kurang lebih begitu pesannya," ucapnya.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri