Di sisi lain, pihak kepolisian memberikan keterangan berbeda terkait alasan penembakan tersebut. Polisi menyebut bahwa tindakan tegas terukur terpaksa diambil karena tersangka JI melakukan perlawanan aktif yang membahayakan keselamatan petugas di lapangan, serta berupaya melarikan diri saat proses pengembangan kasus berlangsung.
Sebagai bentuk empati dan upaya meredam ketegangan, perwakilan Polda Lampung dilaporkan mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada istri almarhum JI.
Meskipun demikian, unggahan ini memicu reaksi beragam dan perdebatan sengit di kalangan warganet. Sebagian besar warganet hingga figur publik membela tindakan tegas kepolisian terhadap pelaku kriminalitas jalanan demi keamanan masyarakat, sementara sebagian lainnya mengkritik keras dugaan kekerasan aparat yang melampaui batas kemanusiaan.
"Nangisin suami sekaligus kriminal berbahaya, aku bingung harus bereaksi apaaaa," tulis selebgram Mamang Osa.
"Ada loh yang mati-matian kerja susah payah sampai mandi keringat nahan kepanasan demi bayar cicilan motor, terus mtor itu dimaling, betapa teganya curanmor ga peduli apa yang dirasakan para korban. Saya setuju sama pak polisi! Semangat pak polisi , saya mendukungmu," timpal akun @sit" yang mendukung tindakan tegas kepolisian guna memberantas komplotan curanmor yang meresahkan.
"Mbaknya enggak pernah sih jadi korban begal. Makasih pak pol, lumayan lah yak mengurangi hama di dunia perbegalan," imbuh akun @sus".
Artikel Terkait
PDIP Sejak Awal Deteksi Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Dukung Kejagung Usut Tuntas
Istri Anggota Polri Diancam Dibunuh OTK di Depan Rumah, Lapor Polres Jakpus
Skandal Korupsi Rp268 Triliun: 4 Celah Sistemik Program Makan Bergizi Gratis yang Terungkap
Jaringan Pemerasan Sistemik Imigrasi: Struktur, 8 Tersangka, dan Peran Silmy Karim sebagai Dalang