MULTAQOMEDIA.COM - Posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026, menjadi sorotan publik. Pasalnya, Gibran tidak duduk semeja dengan Presiden Prabowo Subianto, memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai perbedaan posisi duduk ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. "Jangan-jangan ini menjadi tanda-tanda bahwa posisi wakil presiden semakin terpinggirkan, tidak mendapatkan tempat, dan seterusnya," ujar Adi melalui kanal YouTube miliknya, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Adi, narasi yang berkembang di media sosial bahkan mengaitkan pengaturan kursi ini dengan hubungan pribadi antara Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. "Ada juga di media sosial yang membangun narasi, jangan-jangan ini menjadi garis tegas bahwa sebenarnya hubungan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran sedang tidak baik-baik saja," jelasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia