Setelah sempat terjadi aksi saling dorong, situasi berangsur kondusif. Massa kemudian melanjutkan orasi dan menyampaikan tuntutan terkait pemberantasan korupsi, termasuk menyoroti berbagai kontroversi penegakan hukum di Tanah Air.
Dalam orasinya, massa aksi turut menyinggung nama mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Dari atas mobil komando, orator menyoroti berbagai kasus korupsi yang dinilai belum dituntaskan secara transparan dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap siapa pun yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.
"Ada banyak kasus korupsi di negeri ini namun penguasa tutup mata. Adili Febrie sang koruptor," ujar salah satu orator di atas mobil komando.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai korupsi merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa karena berdampak pada pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Mereka juga menyoroti sulitnya pemberantasan korupsi, kontroversi penegakan hukum, serta pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal supremasi hukum.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri