“Tim SAR Gabungan saat ini terus melakukan pencarian secara intensif dengan metode yang disesuaikan dengan kondisi reruntuhan bangunan. Pagi ini pukul 02.20 WIB, satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara,” kata Hery dalam keterangannya pada Selasa (21/7/2026).
Hery menegaskan bahwa seluruh personel gabungan terus mengupayakan pencarian korban dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan. Berbagai peralatan khusus diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi.
“Kami mengoptimalkan penggunaan peralatan Urban Search and Rescue, termasuk drone thermal dan peralatan ekstrikasi, untuk mempercepat proses pencarian,” tuturnya.
Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 bertugas melakukan pencarian dan identifikasi korban menggunakan drone thermal Basarnas Medan guna mendeteksi keberadaan korban di bawah timbunan bangunan.
SRU 2 melakukan pencarian dan evakuasi menggunakan metode Area Search Rescue (ASR) 1 melalui pembagian sektor pencarian sekaligus mengidentifikasi potensi bahaya di sekitar lokasi. Sementara SRU 3 bergerak melakukan pencarian cepat di titik-titik prioritas menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka akses menuju lokasi yang diduga menjadi posisi korban.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri