Jesslyn kemudian diangkat oleh dua pria bertubuh besar dan dibawa menuju mobil berwarna hitam. Korban sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha keluar dari kendaraan, namun kembali dimasukkan ke dalam mobil sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Keluarga Kehilangan Kontak
Sejak peristiwa tersebut, keluarga mengaku tidak dapat menghubungi Jesslyn. Nomor telepon dan seluruh akun media sosial korban dilaporkan sudah tidak aktif. Saat didatangi ke apartemennya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jesslyn juga tidak ditemukan di lokasi.
Dalam proses pencarian, muncul informasi bahwa Jesslyn diduga melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026. Namun, di sisi lain, pelapor juga memperoleh informasi bahwa ponsel korban masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran, Jakarta Utara.
Rekan Korban Laporkan ke Polisi
Karena khawatir terhadap keselamatan Jesslyn, rekan korban berinisial NAH (37) melaporkan dugaan penculikan tersebut ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026). Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki laporan tersebut dan terus menelusuri keberadaan Jesslyn Wijaya.
Artikel Terkait
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?
Gus Miftah Dituduh Terima Dana Korupsi Kereta Api Rp100 Juta, Akui Bisa Lupa