“Soal membereskan mungkin meski berat saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yang membuat saya trauma akut. Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan,” bebernya.
Nanik menggambarkan posisinya selama menjabat seperti berdiri di tepi jurang yang bisa membuatnya jatuh kapan saja jika salah melangkah. Ketakutan ini membuatnya tidak pernah sendirian saat menandatangani dokumen penting dan selalu didampingi oleh dua Wakil Kepala BGN.
“Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apapun saya tidak mau sendiri harus dua Waka ikut paraf, baru saya mau tanda tangan,” jelasnya.
Setiap kali diminta menandatangani dokumen, Nanik mengaku langsung mengalami gejala panas dingin. Kondisi ini akhirnya membuat fisiknya ambruk dan tidak mampu lagi menjalankan tugas.
“Setiap kebijakan saya tanya berulang-ulang. Bahkan kalau Sepri saya bawa tumpukan dokumen saya sudah parno duluan dan badan panas-dingin, akibatnya saya ambrukkkk,” bebernya.
Jabatan Kepala BGN kini diserahkan kepada dua Wakil Kepala BGN, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri