Ia mengatakan kebutuhan logistik MBG telah diantisipasi pemerintah, termasuk melalui peningkatan produksi sektor pertanian. Sudaryono menilai program tersebut dapat mencegah terulangnya kondisi ketika hasil panen atau produk peternakan terbuang karena tidak memiliki pasar.
"Dulu kita sering lihat ada mandi susu, buang-buang wortel dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini itu tidak terjadi. Kalau ada satu dua persoalan, kita bereskan," ujarnya.
Selain memaparkan potensi ekonomi MBG, Sudaryono juga menyoroti kondisi internal BGN yang menjadi perhatian setelah muncul perkara dugaan korupsi tata kelola program tersebut. Ia mengakui terdapat persoalan dan dugaan pelanggaran pada kepengurusan sebelumnya yang perlu dibenahi.
Pihaknya nanti akan mendengar masukan dari berbagai pihak untuk evaluasi peluang korupsi di program MBG.
"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan. Karena itu kita ingin mendengarkan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak," katanya.
Sudaryono menegaskan pembenahan BGN merupakan kerja bersama, bukan tanggung jawab satu orang. Ia mengatakan akan bekerja bersama seluruh jajaran, termasuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang direncanakan menjadi wakil kepala BGN.
"Ini kerja tim. Tidak ada superman, yang ada adalah super tim," tegasnya.
Artikel Terkait
Deportasi Abdul Karim Miqdad dari Indonesia ke Siprus: Kontroversi HAM, Tuduhan Dalang Serangan, dan Ancaman Ekstradisi ke Israel
Pedagang Cilok Mirip Lionel Messi Viral di Media Sosial, Warganet Heboh
Hotman Paris Saraf Kejepit L4 L5, Operasi di Singapura dan Komplikasi Pasca Operasi
Bobby Nasution Tinggalkan Rapat Paripurna DPRD Sumut: Tindakan Pelecehan Terhadap Rakyat atau Sinyal Perpecahan Politik?