Pergantian Kepala BGN Dinilai Gagal Perbaiki Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis yang Bermasalah

- Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50 WIB
Pergantian Kepala BGN Dinilai Gagal Perbaiki Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis yang Bermasalah

Ia mengatakan kebutuhan logistik MBG telah diantisipasi pemerintah, termasuk melalui peningkatan produksi sektor pertanian. Sudaryono menilai program tersebut dapat mencegah terulangnya kondisi ketika hasil panen atau produk peternakan terbuang karena tidak memiliki pasar.

"Dulu kita sering lihat ada mandi susu, buang-buang wortel dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini itu tidak terjadi. Kalau ada satu dua persoalan, kita bereskan," ujarnya.

Selain memaparkan potensi ekonomi MBG, Sudaryono juga menyoroti kondisi internal BGN yang menjadi perhatian setelah muncul perkara dugaan korupsi tata kelola program tersebut. Ia mengakui terdapat persoalan dan dugaan pelanggaran pada kepengurusan sebelumnya yang perlu dibenahi.

Pihaknya nanti akan mendengar masukan dari berbagai pihak untuk evaluasi peluang korupsi di program MBG.

"Kita tidak menafikan bahwa memang ada persoalan, bahkan ada pelanggaran. Kita juga tahu itu dan kita menyesalkan. Karena itu kita ingin mendengarkan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak," katanya.

Sudaryono menegaskan pembenahan BGN merupakan kerja bersama, bukan tanggung jawab satu orang. Ia mengatakan akan bekerja bersama seluruh jajaran, termasuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang direncanakan menjadi wakil kepala BGN.

"Ini kerja tim. Tidak ada superman, yang ada adalah super tim," tegasnya.


Halaman:

Komentar