Mondy Tatto Tersangka Pembunuhan Anak Punk di Cikarang: Kronologi dan Kontroversi Masa Lalu

- Kamis, 23 Juli 2026 | 14:00 WIB
Mondy Tatto Tersangka Pembunuhan Anak Punk di Cikarang: Kronologi dan Kontroversi Masa Lalu

"Aku langsung berpikir dalam hati, 'Dia pandai agama, sedangkan aku bukan mahramnya. Kok dia bisa seperti itu?'. Aku takut. Aku jauh-jauh dari Indonesia ke Malaysia ingin belajar agama, ingin pandai. Kenapa dia melakukan seperti itu. Kan gila. Di luar batas," ungkapnya lagi.

Mondy juga mengklaim bahwa dugaan perlakuan tersebut tidak berhenti sampai di situ.

“Memang dia baik. Tapi ketika di dalam mobil, di dalam kereta, dia mau cium aku, pegang tangan aku, usap-usap pipiku. Itu baru hari pertama, bagaimana hari ke depannya selama aku di Malaysia. Aku nggak tau apa yang akan dia lakukan nanti kan," tambahnya.

Berujung Laporan Polisi

Pengakuan Mondy Tato tersebut sempat viral dan memicu perdebatan luas di media sosial. Di sisi lain, Ustaz Ebit Lew membantah tudingan tersebut dan merasa nama baiknya telah dicemarkan.

Melalui akun Instagram pribadinya saat itu, Ustaz Ebit Lew memperlihatkan dirinya berada di kantor polisi sambil membawa dokumen laporan. Ia menyatakan telah menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden pembunuhan terbaru bermula pada Jumat 26 Juni 2026 sekitar pukul 21.00 WIB saat korban FA sedang berkumpul bersama sejumlah rekannya di depan sebuah salon.

Tak lama kemudian, DD datang bersama Mondy Tato menggunakan sepeda motor milik DRA. Korban diketahui berniat meminjam kendaraan tersebut. Permintaan itu diduga memicu pertengkaran hingga berujung adu mulut antara korban dan DD.

Perselisihan kemudian berubah menjadi perkelahian. Keduanya saling pukul dan sempat bergulat di jalan meski warga sekitar berupaya melerai. Dalam proses penyidikan, polisi menduga Mondy Tato turut melakukan pemukulan terhadap korban.

Selain itu, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kepala korban juga diduga sempat dibenturkan ke sebuah kendaraan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Usai perkelahian berhasil dihentikan, korban dibawa pulang oleh teman-temannya menggunakan sepeda motor. Namun, berdasarkan laporan kepolisian, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Penyidik masih terus mendalami hubungan antara dugaan penganiayaan tersebut dengan penyebab kematian korban melalui pemeriksaan saksi, alat bukti, serta hasil pemeriksaan lainnya. Dalam penyelidikan, polisi juga menyita sebuah flashdisk yang diduga berisi data berkaitan dengan peristiwa tersebut.


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini