Kontroversi Londo Ireng: Silsilah Keluarga Prabowo Jadi Sorotan Usai Pidato

- Minggu, 26 Juli 2026 | 11:50 WIB
Kontroversi Londo Ireng: Silsilah Keluarga Prabowo Jadi Sorotan Usai Pidato

Dalam unggahan yang sama, Ferry turut menyertakan tangkapan layar cuitan lama akun X resmi Prabowo Subianto (@prabowo) yang diunggah pada 22 Desember 2012. Dalam cuitan tersebut, Prabowo menuliskan pengakuan soal leluhurnya.

"Waktu itu usia saya 17 tahun. Saya ikut melayat ke makam Opa Benyamin Thomas Sigar bersama Alm. Ayah dan Alm. Bunda," tulis Prabowo dalam cuitan yang disertai foto hitam-putih dirinya di masa muda.

Ferry juga meminta pihak Istana, termasuk Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, hingga juru bicara kepresidenan untuk memberikan klarifikasi resmi atas isu silsilah keluarga Prabowo yang beredar di masyarakat.

"Silahkan BAKOM, Penasihat Khusus Presiden, Utusan Khusus Presiden, dan semua Jubir membantah untuk menjelaskan hal ini. Benar atau tidak?" tulis Ferry Koto, sembari menambahkan permintaan agar pihak-pihak yang telah dicap "Londo Ireng" oleh Prabowo mendapat permintaan maaf.

Isu ini memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian menilai pernyataan Prabowo soal "Londo Ireng" kini berbalik menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, mengingat jejak sejarah keluarganya yang justru terafiliasi dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda pada masa Perang Jawa.

Di sisi lain, sejumlah pihak mengingatkan bahwa silsilah keluarga Prabowo tidak tunggal. Dari garis keturunan ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, Prabowo mewarisi jejak tokoh pergerakan kemerdekaan. Kakeknya, Margono Djojohadikusumo, adalah pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) yang dikenal sebagai salah satu pelopor kemerdekaan Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Istana, Bakom, maupun Prabowo sendiri terkait sorotan warganet atas silsilah keluarganya tersebut.


Halaman:

Komentar