Polisi juga menangkap dua orang lainnya yang terlibat dalam bentrokan di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng. Kedua orang yang masing-masing berinisial SK dan AS ini masih terus menjalani pemeriksaan oleh kepolisian.
"Penyidik akan mendalami peran masing-masing berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang ditemukan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestro Jakpus, AKBP Roby Heri Saputra, Ahad malam WIB.
Ia menambahkan, penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan dan menyusun rangkaian kejadian secara menyeluruh. Menurut Roby, penentuan status hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang komprehensif.
Olah TKP dan Imbauan untuk Warga
Roby menyatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi bentrokan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Selain itu, polisi masih terus mendata kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
"Kami meminta seluruh pihak tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan balasan. Percayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian agar situasi tetap aman dan proses hukum dapat berjalan dengan baik," imbau Roby.
Ia mengeklaim, saat ini situasi di sekitar lokasi telah terkendali. Meski demikian, personel kepolisian tetap disiagakan untuk menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya gangguan lanjutan.
Massa Datangi Polsek Metro Menteng
Sementara itu, Markas Polsek Metro Menteng dilaporkan didatangi sejumlah massa pada Ahad malam. Mereka diduga merupakan kerabat dari korban tewas dalam bentrokan di Jalan Tambak.
Roby membenarkan adanya sejumlah massa dari salah satu kelompok yang datang ke Polsek Metro Menteng pada Ahad malam. Meski begitu, situasi di kantor polisi tersebut dinilai masih kondusif.
"Iya, pihak keluarganya kelompok pemuda (yang meninggal) itu datang, tapi enggak digeruduk. Ramai, tapi kondusif," kata Roby. Ratusan orang asal Indonesia timur itu menuntut polisi menegakkan keadilan atas tewasnya rekan mereka.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri