Hasil penyelidikan sementara menunjukkan beban tribun diduga tidak merata akibat penumpukan penonton di satu sisi saat para drifter melakukan selebrasi dengan membagikan atau melemparkan kaos kepada penonton.
Menurut Petrus, aksi pembagian suvenir tersebut berlangsung lebih dari satu kali sehingga memicu penonton terus berpindah dan berdesak-desakan. Kondisi itu diduga menyebabkan tribun bergeser, berguncang, lalu akhirnya roboh.
Dalam proses penyelidikan, sedikitnya 10 saksi telah diperiksa. Mereka berasal dari unsur panitia, penanggung jawab acara, petugas keamanan, steward, kru panggung, hingga pimpinan pertandingan guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Polresta Banyumas juga mengungkapkan bahwa sebelum perlombaan digelar telah dilakukan rapat koordinasi pengamanan serta pengecekan lokasi, termasuk pemeriksaan terhadap tribun non permanen. Tribun berkapasitas sekitar 250 orang itu bahkan telah digunakan pada hari pertama tanpa kendala.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan teknis terhadap konstruksi tribun dan mengumpulkan keterangan saksi. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian penyelenggara sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pada penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.
Artikel Terkait
Pigai Luruskan Makna Londo Ireng, Tegaskan Bukan untuk Wartawan dan Sampaikan Pesan Prabowo
Bonatua Silalahi Adukan Ketua KPU ke DKPP: Hantu Ijazah Jokowi Kembali Gentayangan
Anak Buah Megawati Kritik Keras Prabowo soal Londo Ireng: Jangan Mendelegitimasi Kritik
Harta Kekayaan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Rp2,6 Miliar dan Kontroversi Dugaan Penganiayaan Staf