"Londo Ireng itu maksudnya orang yang membantu orang asing untuk mengkhianati negaranya," ujarnya.
Lebih lanjut, Pigai menambahkan bahwa istilah tersebut tidak dikhususkan pada profesi tertentu. Menurutnya, tindakan berkhianat terhadap kepentingan bangsa bisa dilakukan oleh siapa saja dari berbagai latar belakang, bukan hanya wartawan.
"Bisa saja satu wartawan, bisa pegawai negeri sipil, bisa menteri, bisa siapa saja," katanya.
Meski demikian, Pigai memastikan bahwa hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan para wartawan tetap berjalan baik. Bahkan, ia mengaku mendapat pesan langsung dari Presiden untuk disampaikan kepada para jurnalis.
"Pak Prabowo bilang, 'I love you, wartawan'. Itu benar, tolong sampaikan," ungkapnya.
Pigai menekankan bahwa pemerintah tetap memandang wartawan sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait makna istilah yang sempat menjadi polemik tersebut.
Artikel Terkait
Bonatua Silalahi Adukan Ketua KPU ke DKPP: Hantu Ijazah Jokowi Kembali Gentayangan
Anak Buah Megawati Kritik Keras Prabowo soal Londo Ireng: Jangan Mendelegitimasi Kritik
Harta Kekayaan Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong Rp2,6 Miliar dan Kontroversi Dugaan Penganiayaan Staf
Tribun Penonton Ambruk di Kejurnas Drift Speed Fest Purwokerto, 83 Orang Luka-luka